Hemodialisis
dan akses vaskular
Ketika ginjal gagal berfungsi, tubuh tidak akan mampu
mengeluarkan zat-zat dan cairan dari tubuh yang seharusnya dibuang melalui
ginjal. Pada saat itulah diperlukan suatu alat yang mampu menggantikan kerja
ginjal. Alat inilah yang disebut mesin dialiser.
Proses
cuci darah dalam dialiser inilah yang disebut hemodialisis. Untuk membawa darah
dalam jumlah besar ke dalam mesin dialiser diperlukan pembuluh darah yang besar
dengan aliran yang cukup kuat. Setelah dicuci dalam mesin ini, selanjutnya
darah akan dikembalikan ke dalam tubuh melalui akses vaskuler
Akses vaskular inilah yang selama ini jarang mendapat
perhatian. Padahal saluran darah buatan ini juga sama pentingnya dengan mesin
dialiser yang digunakan.
Akses vaskular untuk hemodialisis sendiri ada beberapa
jenis yaitu kateter vena, AV
graft dan AV Fistula/ Cimino. Apa pun jenis kateter yang dipilih
baik pemasangan dan perawatan akses vaskular perlu sangat diperhatikan. Sebab
jika akses vaskular tidak terjaga kebersihannya bisa menyebabkan infeksi akibat
masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui jalan tersebut.
Akses CDL itu bukan yang terbaik. Dan
tidak bertahan lama serta banyak komplikasinya, seperti infeksi, demam dan
bekuan darah. Yang terbaik dan aman bagi pasien tetap menggunakan AV
Fistula/Cemino. Ini sangat kecil komplikasinya. Biasanya perlu waktu matang 6
sampai 12 minggu akses Cimino tersebut baru bisa digunakan untuk mengalirkan
darah ke mesin
Edukasi mengenai pentingnya menjaga akses vaskular
pada pada pasien tidak hanya diberikan bagi penderita gagal ginjal tapi
juga bagi keluarga pasien yang tinggal serumah dengan pasien.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar